Cara Mengelola Stres yang Didukung oleh Riset
Stres sering terasa seperti sesuatu yang hanya bisa kamu tanggung. Tapi riset menunjukkan dampaknya pada tubuhmu bisa kamu ubah, dan semuanya bisa dimulai dari latihan sederhana 15 menit.
Kebanyakan orang menganggap stres sebagai bagian dari hidup yang tidak bisa diubah. Sesuatu yang hanya bisa kamu terima dan jalani.
Padahal ini masalah yang serius, karena stres bukan hanya membuat hidupmu terasa tidak nyaman. Stres secara nyata bisa merusak kesehatanmu. Dan semakin lama dia dibiarkan menumpuk tanpa kamu sadari, semakin dalam dampaknya mengakar di tubuh dan kesehatanmu secara keseluruhan.
Tapi di sinilah bagian yang menarik. Ternyata yang paling menentukan bukan seberapa besar stres yang kamu hadapi, tapi bagaimana kamu melihat dan meresponsnya. Itulah yang memainkan peran besar dalam kesehatanmu.
Dan kabar baiknya, cara kamu merespons stres adalah sesuatu yang bisa dilatih. Kali ini, kita akan bahas bagaimana caranya, berdasarkan riset yang mungkin akan mengubah cara kamu melihat stres selamanya.
Apa yang Stres Lakukan pada Tubuhmu
Dampak stres jauh lebih besar dari yang kebanyakan orang sadari.
Riset menunjukkan banyak penyakit modern dipicu atau diperburuk oleh stres. Sebuah meta-analysis yang melibatkan lebih dari 300 studi menemukan bahwa stres kronis merusak sistem imunmu, membuatmu lebih rentan terhadap infeksi, penyakit, dan pemulihan yang lebih lambat.
Dan begini mekanismenya. Ketika kamu stres, tubuhmu melepaskan kortisol, hormon stres utama yang dikeluarkan kelenjar adrenalmu sebagai respons terhadap tekanan. Kortisol menaikkan gula darahmu. Gula darah yang naik memicu pelepasan insulin. Insulin yang terus-menerus tinggi memicu inflamasi. Dan inflamasi kronis adalah akar dari hampir semua penyakit modern.
Stres kronis juga merusak hippocampus, bagian otakmu yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran. Ini yang menjelaskan kenapa kamu merasa susah konsentrasi, mudah lupa, dan otakmu terasa berkabut ketika sedang berada dalam tekanan yang berkepanjangan. Kalau dibiarkan terus-menerus dalam jangka panjang, kerusakan ini bisa berkontribusi pada gangguan memori, penurunan fungsi kognitif, dan meningkatnya risiko demensia
Stres bukan hanya soal merasa tertekan. Ketika kamu stres, tubuhmu merespons secara biologis. Hormonmu berantakan, imunitasmu turun, inflamasimu naik, dan otakmu ikut terganggu.
Kabar Baiknya: Ini Bisa Dilatih
Kalau cara kamu melihat stres menentukan bagaimana tubuhmu meresponsnya, maka mengubah cara kamu melihat stres bisa mengubah dampaknya pada kesehatanmu.
Riset dari Griffith University pada tahun 2021 membuktikan ini. Peneliti ingin melihat apakah mereka bisa membantu orang mengembangkan stress mindset yang lebih sehat, hanya lewat aktivitas sederhana yang memakan waktu 15 menit.
Hasilnya, peserta yang mengadopsi apa yang disebut stress-is-enhancing mindset, yaitu melihat stres sebagai sesuatu yang bisa mendorong pertumbuhan dan meningkatkan performa, melaporkan kemampuan mengelola stres yang lebih baik, performa kerja yang meningkat, dan rasa sejahtera yang lebih kuat. Dan efek ini masih terukur dua minggu setelah aktivitasnya dilakukan.
Ini bukan toxic positivity. Ini bukan tentang berpura-pura bahwa stres itu menyenangkan. Ini tentang menggeser perspektifmu, dari "stres ini akan menghancurkanku" menjadi "aku bisa melewati ini, dan prosesnya bisa membuatku lebih kuat."
15 Menit untuk Pikiran yang Lebih Tenang
Ambil 15 menit dan lakukan latihan ini. Dalam studi tersebut, peserta melakukannya hanya satu kali dan tetap merasakan manfaatnya dua minggu kemudian. Dan mengulangnya secara berkala bisa memperkuat efeknya.
1. Kenali Stresmu
Tulis apa yang sedang membuatmu stres saat ini. Sespesifik mungkin, bukan sekadar "aku stres," tapi apa tepatnya yang sedang membebanimu. Menuliskannya membuatmu melihat stresmu dengan lebih jelas, bukan sebagai kabut yang tidak berbentuk, tapi sebagai sesuatu yang bisa kamu kenali dan hadapi.
Lalu coba hubungkan stres itu dengan apa yang sebenarnya kamu pedulikan. Karena stres sering datang dari hal-hal yang penting bagimu. Kalau kamu stres soal pekerjaan, mungkin karena kamu peduli pada masa depanmu dan orang-orang yang kamu sayangi, dan kamu ingin memberikan yang terbaik. Kalau kamu stres menghadapi orang-orang yang toxic di sekitarmu, mungkin karena kamu menghargai ketenangan dan kualitas hubungan dalam hidupmu. Menyadari koneksi ini mengubah cara kamu melihat stres, dari sesuatu yang terasa mengancam menjadi sesuatu yang punya makna.
2. Refleksikan Pengalaman Masa Lalumu
Coba ingat kembali momen-momen ketika stres justru membawamu pada pertumbuhan atau pencapaian. Mungkin ada proyek yang terasa berat tapi akhirnya berhasil kamu selesaikan dengan baik. Atau situasi yang rasanya mustahil, tapi kamu menemukan jalan keluarnya dan keluar dari sana dengan lebih kuat. Atau percakapan yang sulit, yang ternyata justru memperbaiki hubunganmu dengan seseorang.
Kamu belajar sesuatu yang berharga dari pengalaman-pengalaman itu, termasuk bahwa kamu mampu mengatasinya. Dan kesadaran itu penting, karena dia membantumu melihat stres bukan sebagai sesuatu yang akan menghancurkanmu, tapi sebagai sesuatu yang bisa menguatkanmu. Sesuatu yang sudah pernah kamu lewati, dan pasti bisa kamu lewati lagi.
3. Sesuaikan Responsmu
Sekarang, ketika stres datang, coba sesuaikan cara kamu meresponsnya. Praktikkan deep breathing untuk menenangkan nervous system-mu, atau gunakan positive self-talk, yaitu cara kamu berbicara pada dirimu sendiri di momen-momen tekanan.
Misalnya, sebelum meeting besar, luangkan beberapa menit untuk bernapas dalam dan katakan pada dirimu, "Aku sudah mempersiapkan ini. Rasa tegang ini adalah cara tubuhku bersiap untuk tampil sebaik mungkin."
Saat menghadapi deadline yang ketat, pecah tugasnya menjadi langkah-langkah kecil dan ingatkan dirimu, "Aku sudah pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya, dan aku selalu menemukan caranya."
Ketika kamu merasa overwhelmed, ingatkan dirimu, "Aku tidak harus menyelesaikan semuanya sekaligus. Satu langkah pada satu waktu."
Semakin sering kamu mempraktikkan ini, semakin natural responsmu akan berubah, karena kamu sedang melatih otakmu untuk melihat stres dengan cara yang berbeda.
Kebiasaan Sehari-hari yang Melatih Stress Mindset-mu
Mengubah cara kamu merespons stres bukan hanya soal mindset. Ada kebiasaan sederhana yang bisa melatih otak dan nervous system-mu setiap hari.
Afirmasi pagi. Mulai harimu dengan kalimat sederhana yang menggeser cara kamu memandang stres. Misalnya, "Hari ini aku terbuka untuk semua peluang baik yang datang padaku. Dan setiap tantangan yang menyertainya ada untuk menumbuhkanku." Afirmasi yang konsisten perlahan mengubah pola pikir default-mu.
Visualisasi. Saat kamu merasa stres, luangkan sejenak untuk membayangkan dirimu menangani situasi itu dengan baik dan keluar darinya dengan lebih kuat. Otakmu merespons visualisasi hampir sama seperti pengalaman nyata, jadi ini bukan sekadar imajinasi, ini latihan mental.
Menulis jurnal. Tulis pengalaman stres yang pernah kamu hadapi, dan bagaimana pengalaman itu membawamu pada hasil yang positif atau pertumbuhan. Ini memperkuat keyakinan, dari pengalamanmu sendiri, bahwa stres bisa menjadi sesuatu yang membentukmu menjadi lebih baik.
Praktik mindfulness. Meditasi atau yoga melatihmu untuk menenangkan pikiran, hadir di momen ini, dan mengurangi kecenderungan untuk overthinking dan terjebak dalam pikiran negatif tentang situasi yang membuatmu stres. Mindfulness membantumu melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan lebih jernih, dan merespons dengan lebih tenang.
Breathing exercise. Napas adalah alat paling sederhana yang kamu miliki untuk mereset respons stresmu. Dan ini bukan hanya melatih mindset, tapi langsung menenangkan nervous system-mu secara fisik, karena setiap napas yang dalam dan penuh mengaktifkan vagus nerve, saraf yang mengatur sistem relaksasi tubuhmu. Salah satu teknik yang paling berpengaruh adalah tanden breathing, napas yang diarahkan ke perut bawah. Teknik ini membawa kesadaranmu turun dari kepala ke pusat tubuhmu, membuat pikiranmu melambat dan tubuhmu lebih grounded.
Gratitude sebelum tidur. Di malam hari, tutup harimu dengan menyebutkan tiga hal yang kamu syukuri, sespesifik mungkin. Seperti langit sore yang kamu lihat dalam perjalanan pulang, atau makanan hangat yang menutrisimu tadi siang, bahkan momen penuh tekanan yang berhasil kamu lewati hari ini. Dan perlahan, otakmu terlatih mencari yang baik dari setiap harimu.
Ubah Hubunganmu dengan Stres
Stres akan selalu ada. Selama kamu hidup, selama kamu peduli pada sesuatu, selama kamu menjalani sesuatu yang bermakna, stres akan menjadi bagian dari perjalananmu. Dan itu tidak harus menjadi sesuatu yang buruk.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, kamu bisa mengubah pengalamanmu dengan stres, dari sesuatu yang merusak menjadi sesuatu yang justru mendorongmu untuk bertumbuh dan menjadi lebih kuat.
Mulai dari 15 menit hari ini. Mulai dari kebiasaan sederhana yang kamu rawat setiap hari. Kecil, sederhana, tapi konsisten. Dan perlahan, hubunganmu dengan stres akan berubah selamanya.