Makanan Fermentasi: Manfaat di Balik Probiotik

Makanan Fermentasi: Manfaat di Balik Probiotik

Ada satu bagian dari tubuhmu yang diam-diam mempengaruhi hampir semua aspek kesehatanmu, tapi sering luput dari perhatian, yaitu gut microbiome. Triliunan bakteri baik yang tinggal di ususmu, yang bukan hanya membantu pencernaan, tapi juga menentukan kekuatan imunmu, keseimbangan mood dan hormon, kadar gula darah, bahkan kemampuan otakmu untuk berpikir jernih.

Kabar baiknya, kamu bisa merawat mereka mulai dari satu hal sederhana — makanan yang kamu konsumsi setiap hari.

Apa Itu Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di dalam tubuhmu, sebagian besar di usus. Mereka menjaga keseimbangan microbiome, mendukung pencernaan, dan melindungi tubuh dari bakteri yang merugikan.

Cara paling alami untuk mendapatkan probiotik adalah lewat makanan fermentasi — bukan dari suplemen. Karena saat makanan difermentasi dengan benar, bakteri baik berkembang di dalamnya, dan saat kamu konsumsi, mereka ikut masuk untuk memperkaya keseimbangan di ususmu.

Pilihan Makanan Probiotik

Ada banyak pilihan makanan fermentasi yang bisa kamu masukkan ke keseharianmu — dan kabar baiknya, salah satunya adalah warisan pangan Indonesia yang sudah kita kenal turun-temurun.

Tempe — warisan pangan Indonesia yang patut kita banggakan. Difermentasi dari kacang kedelai dengan jamur Rhizopus, tempe kaya akan protein, vitamin B, dan probiotik. Fermentasinya juga membuat nutrisi di dalamnya jauh lebih mudah diserap tubuhmu. Pilih tempe dari kedelai organik dan non-GMO, yang dibuat secara tradisional tanpa bahan aditif.

Kimchi — sayuran khas Korea (biasanya sawi atau kol) yang difermentasi dengan bumbu tradisional. Kaya bakteri asam laktat yang baik untuk usus. Pilih yang difermentasi secara tradisional dari bahan organik dan alami, tanpa bahan aditif maupun gula tambahan. Simpan di kulkas supaya bakteri baiknya tetap hidup.

Sauerkraut — kol yang difermentasi secara alami. Sederhana tapi powerful — sumber probiotik dan vitamin C. Pilih yang dibuat dari kol organik dan garam alami, difermentasi tanpa pasteurisasi maupun bahan aditif. Simpan di kulkas supaya bakteri baiknya tetap hidup.

Miso — pasta kedelai fermentasi dari Jepang, kaya probiotik, enzim, dan protein. Cocok untuk sup atau dressing. Pilih miso yang unpasteurized, dari kedelai organik dan non-GMO, difermentasi secara tradisional tanpa bahan aditif tambahan.

Water Kefir — minuman fermentasi non-dairy yang dibuat dengan butiran kefir. Biasanya difermentasi dari air yang diberi gula alami sebagai makanan bakteri, atau kalau tidak mau pakai gula, bisa juga memakai air kelapa yang sudah punya gula alaminya sendiri, sekaligus kaya elektrolit. Ringan dan kaya probiotik. Pilih yang bahannya alami tanpa bahan aditif dan gula tambahan. Kalau difermentasi dengan benar, rasanya tidak manis karena gulanya sudah habis "dimakan" bakteri.

Kombucha — teh yang difermentasi menjadi minuman kaya probiotik. Pilih yang dibuat dari teh organik tanpa bahan aditif dan gula tambahan. Sama seperti water kefir, kalau difermentasi dengan benar rasanya tidak manis — karena gulanya sudah habis "dimakan" bakteri.

Kabar baiknya, makanan dan minuman fermentasi ini bisa kamu buat sendiri di rumah. Yang penting, pakai bahan yang berkualitas dan pastikan proses fermentasinya berjalan dengan benar — karena di situlah bakteri baiknya tumbuh dan berkembang.

Catatan kecil — bakteri probiotik hidup akan mati kalau terkena suhu tinggi. Jadi makanan fermentasi paling baik dinikmati langsung, atau ditambahkan saat makanan sudah tidak terlalu panas — seperti miso yang dimasukkan ke sup setelah diangkat dari api. Tapi untuk tempe sedikit berbeda, walaupun biasanya dimasak dan probiotik hidupnya berkurang, tempe tetap bergizi, karena fermentasi sudah membuat protein dan nutrisinya lebih mudah dicerna tubuh.

Manfaat Probiotik untuk Tubuhmu

Konsumsi probiotik secara konsisten memberi banyak manfaat untuk tubuhmu:

  • Gut microbiome yang lebih beragam — semakin beragam bakteri baik di ususmu, semakin kuat sistem pencernaanmu
  • Inflamasi yang berkurang — bakteri baik membantu menurunkan inflamasi kronis di tubuhmu
  • Imun yang lebih kuat — sekitar 70% sistem kekebalan tubuhmu berada di usus, dan bakteri baik membantu memperkuat pertahanan tubuhmu dari infeksi
  • Blood sugar dan kolesterol yang lebih terkontrol — keseimbangan microbiome membantu regulasi gula darah dan menjaga kolesterol dalam range yang sehat, yang berperan penting untuk kesehatan jantung
  • Menurunkan risiko kanker kolon — bakteri baik membantu menjaga keseimbangan keasaman usus, yang berperan dalam melindungi sel-sel usus dari kerusakan
  • Pencernaan yang lebih baik — bakteri baik membantu memproses makanan, menjaga kesehatan dinding usus, dan mengurangi keluhan pencernaan

Sinergi Probiotik dan Prebiotik

Yang jarang disadari, probiotik saja belum cukup. Bakteri baik yang masuk ke ususmu tetap butuh makanan untuk bisa hidup dan berkembang. Makanan mereka adalah prebiotik — fiber alami dari sayuran, buah, dan whole food lainnya.

Riset Stanford tahun 2021 juga menunjukkan hal yang menarik. Selama 10 minggu, satu kelompok makan banyak makanan fermentasi, dan kelompok lain makan banyak fiber. Hasilnya:

  • Kelompok makanan fermentasi → gut diversity meningkat, dan 19 protein inflamasi di darah ikut turun
  • Kelompok fiber saja → gut diversity belum berubah dalam waktu itu 

Kenapa fiber saja belum cukup? Karena fiber baru bisa diolah dengan baik kalau ususmu punya cukup bakteri baik yang beragam. Dan bakteri itu datang dari makanan fermentasi.

 Di sinilah keduanya saling terhubung. Makanan fermentasi menghadirkan bakteri baik ke ususmu, dan fiber yang memberi mereka makan supaya bisa menetap dan berkembang. Yang satu tanpa yang lain tidak akan optimal — tubuhmu butuh keduanya, bersinergi setiap hari.

Mulai Sederhana dan Konsisten

Kamu tidak perlu makan banyak sekaligus. Sedikit tapi konsisten setiap hari jauh lebih berdampak daripada banyak tapi dilakukan sesekali.

Kamu bisa mulai dengan 1-4 sendok makan kimchi, sauerkraut, atau tempe sebagai pendamping sayuran di menu harianmu — supaya probiotik dan prebiotiknya bisa bekerja bersinergi. Variasikan jenisnya, karena setiap makanan fermentasi membawa bakteri baik yang berbeda, dan tubuhmu akan mendapat manfaat lebih besar dari keberagaman itu.

Pada akhirnya, kesehatan tubuhmu berawal dari ususmu. Dan ususmu, sama seperti seluruh bagian tubuhmu, akan pulih dan berfungsi dengan baik dari pilihan-pilihan kecil yang konsisten kamu jaga setiap hari.

2 kali dibaca

Terima konten edukasi kami, gratis

Setelah 2 tahun di YouTube, dengan 240rb+ subscribers dan 10jt+ view, kami berhenti posting di YouTube. Jika kamu ingin memperoleh update konten edukasi kami — untuk hidup sehat yang sebenarnya, dan tips hidup sehat lainnya — kamu bisa subscribe newsletter kami.

Konten di AZ disusun tanpa titipan kepentingan — untuk hidup yang lebih baik dan keberlangsungan planet. Kamu bisa mendukung kami dengan gabung member atau ikut community buying.